SUMBER DARI SEGALA SUMBER CAHAYA

“Alam ini semuanya tampak gelap. Ia terang hanya kerana tampaknya Allah di dalamnya. Barangsiapa melihat alam, tetapi tidak menyaksikan Tuhan di dalamnya, padanya, sebelumnya, atau sesudahnya, maka ia benar-benar memerlukan cahaya, dan “matahari” makrifat yang terhalang akan dirinya oleh “awan” benda-benda yang tercipta.” —Ibnu Atha’illah dalam Al-Hikam.

Sahabatku, meskipun kita menyedari bahawa sesungguhnya seluruh alam semesta raya ini diciptakan dari nur Ilahi, namun semua perwujudannya tampil sebagai cahaya dan bayang-bayang, terang dan gelap, jauh dan dekat, baik dan buruk, siang dan malam. Jika seorang salik tidak mampu melihat Allah yang meliputi cahaya-Nya di sebalik semua gambaran yang kerlap-kerlip tersebut, bererti ia sebenarnya masih dalam kebingungan terhadap bayang-bayang kewujudan dan awan-awan realiti yang berubah-ubah.

Sahabatku, tentu saja penciptaan manusia memiliki makna dan tujuannya yang khusus, yang berasal dari nur azali, iaitu sebab yang selalu ada di balik perubahan pengalaman duniawi yang tampak. Maka, mari belajar dan belajar menangkap cahaya Tuhan yang menyelimuti alam ini. Berusaha mendekat dan mendekati.
Memahami dan mengenali tentang Sang Maha Pencipta, Yang Maha Memelihara, Mengatur dan Memberi rezeki, Sumber dari segala sumber cahaya, Asal dari segala asal, Al-Awwal wa Al-Akhir.. Al Zahiru.. Al Bathinu. Dialah hakikat disebalik sesuatu. Dialah hakikat bathin yang menjadi sumber sifat2 yang dari-Nya lah terlihat yang disifati-Nya itu terwujud dan terhidup kerana diwujudkan dan dihidupkan. Allahlah yang Maha Meliputi disebalik sesuatu… sedangkan dirimu itulah yang menghalangi engkau dengan Tuhanmu.

Semoga bermanfaat!

SILA SHARE DAN SEBARKAN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *