WUJUDMU TANDA CINTA-NYA KEPADAMU, MENGAPA DIPERSIA-SIAKAN

Allah amat menyayangimu. Wujudmu adalah bukti wujud-Nya.

Apalah maknanya Dia mewujudkan mu jika Dia membencimu. Renunglah ke dalam dirimu dengan renungan yang sedalam-dalamnya.

Sesungguhnya pada dirimu sudah nyata akan kasih sayang dan cinta-Nya, jika kamu memahami.

“Dan juga pada diri kamu sendiri. Maka mengapa kamu tidak mahu melihat serta memikirkan (dalil-dalil dan bukti itu)?” (Adz-Dzaariyaat: 21)

Dari-Nya engkau datang dan kepada-Nya akan kembali. Engkau tidak akan sesekali memahami akan bahasa cinta jika engkau berpaling dari Wajah-Nya.

“… Mereka berkata: ‘Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah dan kepada Allah jualah kami kembali.” (Al-Baqarah: 156)

Segala apa yang kau pandang, dengar, rasai dan miliki adalah kosong pada hakikatnya.

Jika engkau memeluk dengan rasa cinta kepada apa yang ada di sekelilingmu itu, engkau akan jauh dari cahaya kasih sayang-Nya.

Nafsu mu adalah penghalang besar untuk diri mu merasai sentuhan belaian-Nya yang amat lemah lembut.

“Dihiaskan (dan dijadikan indah) kepada manusia; Kesukaan kepada benda-benda yang diingini nafsu, iaitu perempuan-perempuan dan anak-pinak; harta benda yang banyak bertimbun-timbun, dari emas dan perak; kuda peliharaan yang bertanda lagi terlatih; dan binatang-binatang ternak serta kebun-kebun tanaman. Semuanya itu ialah kesenangan hidup di dunia, dan (ingatlah), pada sisi Allah ada tempat kembali yang sebaik-baiknya (iaitu Syurga).” (Ali-‘Imran: 14)

Musibah adalah fitrah kehidupan, ia bagaikan badai dan gelombang di lautan.

Ujian bagaikan cemeti kehidupan, justeru itu ramai yang menyangka Allah menjauhinya, tidak menghiraukannya, malah ada yang berburuk sangka pada-Nya. Renunglah wahai diri dengan cahaya hatimu.

Fahamilah, musibah adalah seruan untuk hamba itu kembali ke dalam dakapan-Nya. Bagaikan cemeti sang pengembala kepada ternakannya, ia agar ternakannya kembali ke kandang.

Kita lalai, angkuh, lupa diri dengan sedikit kelebihan atau melanggar ajaran-Nya. Hadapilah dengan redha, sabar, tenang, bersegeralah bertaubat dan sujud pada-Nya.

Yakinilah, Allah tidak sesekali menzalimi hamba-Nya, Allah amat mencintai dan menyayangi diri mu. Insya Allah pada segala kesulitan itu akan datangnya kerahmatan.

“… dan Tuhanmu tidak sekali-kali berlaku zalim kepada hamba-hambaNya.”
(Fussilat: 46)

Wallahu ‘alam.

Semoga bermanfaat.

SILA SHARE DAN SEBARKAN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *