KECINTAAN MENDALAM PARA SALAF TERHADAP RASULULLAH

Banyak sekali riwayat yang menunjukkan bahwa para tabiin dan salaf telah mencapai derajat cinta yang sangat tinggi kepada Nabi Muhammd Saw. `Abidah bin `Amru al-Salmani (pemuka tabiin, wafat tahun 72 H) berkata: Saya lebih suka memiliki sehelai rambut Nabi Muhammad, dari pada memiliki seluruh emas dan perak yang ada di atas dan perut bumi.

Imam al-Dzahabi berkata: Perkataan `Abidah ini merupakan ukuran kesempurnaan cinta. Beliau lebih memilih sehelai rambut Nabi Saw, dari pada seluruh emas dan perak yang ada di dunia.

Jika ini yang dikatakan oleh seorang ulama yang meninggal setelah 50 tahun dari wafatnya Nabi Saw, maka apa yang akan kita katakan jika kita pada zaman ini mendapatkan sehelai rambut Nabi Saw yang telah terbukti kebenarannya sebagai rambut Rasulullah melalui sanad riwayat yang benar?!
Apa yang akan kita katakan saat kita mendapatkan sandal, atau kuku, atau pecahan dari tempat minum Nabi Muhammad Saw?!

Sungguh jika ada orang kaya raya mengeluarkan banyak sekali hartanya demi mendapatkan peninggalan Rasulullah Saw, apakah kamu akan mengatakan bahwa ia telah menghamburkan hartanya atau dia adalah orang yang tidak normal? Tidak mungkin!!.

Keluarkanlah hartamu untuk dapat mengunjungi masjid yang Nabi Muhammad bangun dengan tangan mulia beliau sendiri..
Keluarkanlah hartamu untuk mengucap salam di hadapan Nabi Muhammad, di kota Nabi Saw..

Keluarkanlah hartamu untuk dapat melihat dengan penuh cinta kepada gunung Uhud, gunung yang mencitai dan dicintai Nabi Muhammad Saw..
Keluarkanlah hartamu untuk dapat berada di Raudhah Nabi Muhammad Saw.

Sungguh kamu tidak akan menjadi seorang mukmin yang sempurna sampai kamu mencintai Nabi Muhammad Saw dengan kecintaan yang melebihi cintamu pada dirimu, anakmu, hartamu dan semua manusia.

Ciumlah Hajar Aswad, batu mulia yang turun dari surga. Ciumlah Hajar Aswad kerana kamu berharap agar bibirmu menyentuh batu yang telah dicium oleh Nabi Muhammad Saw.

Lihatlah Tsabit al-Bunani.. Setiau kali Tsabit melihat Anas bin Malik Ra, ia langsung mengambil tanganya dan menciuminya. Tsabit berkata: Saya mencium tangan yang telah menyentuh tangan Rasulullah Saw.

• Maulana Syaikh Ali Jum’ah
(Man Nabiyyuka, hal: 119-200)

SILA SHARE DAN SEBARKAN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *